Genjot Ekonomi Pesisir, Dinas Perikanan Mimika Bangun Keramba Tangkap Kepiting Bakau
Plt Kepala Dinas Perikanan Mimika Clemens Ohoilulin melepas kepiting bakau (karaka) pada acara pelapasan benih ikan baramundi dan kepiting yang dilaksanakan oleh PT Freeport Indonesia di Muara Tipuka. (Foto: ANTARA/Marselinus Nara)

Genjot Ekonomi Pesisir, Dinas Perikanan Mimika Bangun Keramba Tangkap Kepiting Bakau

Dinas Perikanan Kabupaten Mimika membangun keramba tangkap untuk pembesaran kepiting bakau di wilayah pesisir guna mendongkrak ekonomi nelayan dan menjaga keberlanjutan komoditas ekspor.

TIMES Timika,Jumat 29 Mei 2026, 22:23 WIB
290
A
Antara

timikaDinas Perikanan Kabupaten Mimika, Papua Tengah, tengah membangun fasilitas pembesaran kepiting bakau berupa keramba tangkap. Langkah ini dilakukan sebagai upaya nyata untuk mendukung serta membantu para nelayan yang berada di kawasan pesisir Mimika.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mimika, Clemens Ohoilulin, menjelaskan bahwa pembangunan keramba tangkap tersebut bertujuan untuk memacu aktivitas budidaya kepiting setempat. Program ini diharapkan mampu mendongkrak taraf ekonomi masyarakat Mimika, khususnya yang menggantungkan hidup di wilayah pesisir.

"Kami berencana membangun tempat pembesaran atau penangkaran kepiting untuk masyarakat kita yang ada di pesisir," ujar Clemens di Timika, Jumat (29/5/2026).

Clemens menambahkan, pihaknya membuka peluang kolaborasi dengan PT Freeport Indonesia untuk bersama-sama merealisasikan pusat pembesaran kepiting tersebut.

"Kepiting menjadi salah satu komoditas yang memilik nilai ekonomi yang tinggi khususnya bagi masyarakat di wilayah pesisir Mimika," katanya.

Sejauh ini, kepiting bakau memang menjadi salah satu komoditas perikanan unggulan dari Mimika dengan nilai jual yang sangat menjanjikan. Hasil tangkapan nelayan lokal tersebut tidak hanya dipasarkan ke berbagai daerah di luar Mimika, tetapi juga telah menembus pasar ekspor hingga ke Singapura dan Malaysia. Selain kepiting, wilayah Mimika juga kaya akan komoditas laut bernilai ekonomi tinggi lainnya, seperti udang dan ikan, khususnya jenis kakap putih (barramundi).

Sebagai bagian dari program jangka panjang, Clemens mengungkapkan bahwa Dinas Perikanan Mimika tidak hanya berfokus pada kepiting. Pada tahun 2027 mendatang, pihak dinas juga berencana melakukan pelepasliaran kembali (restocking) bibit ikan nila dan ikan mas di sejumlah sungai, waduk, serta lokasi bekas galian C yang tersebar di Mimika.

Menindaklanjuti Instruksi Bupati

Program pembesaran kepiting ini merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Bupati Mimika, Johannes Rettob. Sebelumnya, saat melepas ekspor perdana kepiting ke Malaysia yang dipelopori oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada Rabu, 13 Mei 2026, Bupati menegaskan pentingnya peralihan dari sekadar menangkap menjadi membudidayakan.

“Kepiting bakau yang di ekspor ke Malaysia ini hasil tangkapan masyarakat. Kalau sekarang kita bisa ambil lama-lama habis. Tugas kami adalah bagaimana mendorong masyarakat untuk membudidayakan kepiting," tegas Johannes dalam acara pelepasan ekspor perdana UMKM berorientasi ekspor Mimika 2026 di Bandara Mozes Kilangin Timika tempo hari. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Antara
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Timika, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.