TIMES TIMIKA, JAKARTA – Final Piala Afrika 2025 akan mempertemukan dua kekuatan terbesar sepak bola Afrika saat Senegal menantang tuan rumah Maroko di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, Minggu (18/1/2026) malam waktu setempat. Laga puncak ini menjadi penutup turnamen selama empat pekan yang menyajikan persaingan ketat antartim elite benua Afrika.
Bagi Maroko, pertandingan ini memiliki makna historis. Atlas Lions mengusung ambisi besar untuk mengakhiri penantian panjang selama 50 tahun meraih gelar Piala Afrika kedua mereka. Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung sendiri, tekanan besar pun menyertai langkah Achraf Hakimi dan kawan-kawan.
Di sisi lain, Senegal datang dengan status juara Piala Afrika 2021 dan mengincar trofi kedua mereka. Namun, persiapan Teranga Lions menuju final sempat diwarnai keluhan resmi kepada Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) terkait faktor keamanan, akomodasi, hingga fasilitas latihan jelang laga puncak.
Federasi Sepak Bola Senegal menilai timnya tidak mendapatkan perlakuan yang setara menjelang final. Mereka menyoroti minimnya pengamanan saat kedatangan tim di Rabat, persoalan hotel, lapangan latihan, hingga keterbatasan alokasi tiket bagi suporter Senegal. Keluhan tersebut menambah bumbu panas jelang duel dua “Singa Afrika” ini.
Duel Tim Terbaik
Dari sisi performa, final ini mempertemukan dua tim dengan konsistensi terbaik di turnamen. Maroko dan Senegal merupakan dua tim dengan peringkat FIFA tertinggi di Afrika saat ini dan diprediksi akan kembali naik peringkat usai turnamen berakhir.
Maroko tampil solid sepanjang turnamen dengan dukungan penuh publik Rabat. Seluruh laga mereka dimainkan di stadion yang sama, memberikan keuntungan adaptasi yang signifikan. Sementara bagi Senegal, final ini menjadi laga pertama mereka di stadion berbeda setelah enam pertandingan sebelumnya digelar di Tangier.
Di kubu Senegal, sosok Sadio Mané tetap menjadi tumpuan utama. Penyerang Al-Nassr itu telah menciptakan 18 peluang—terbanyak di turnamen—dan mencetak gol krusial di semifinal kontra Mesir, sekaligus menambah koleksi golnya di Piala Afrika menjadi 11. Laga final ini diyakini menjadi salah satu penampilan terakhir Mané di ajang Piala Afrika.
Performa Senegal juga diperkuat kiper Edouard Mendy yang tampil kokoh di bawah mistar, serta pengalaman Idrissa Gana Gueye di lini tengah. Selain itu, Iliman Ndiaye dan talenta muda PSG, Ibrahim Mbaye, menjadi elemen penting yang mengurangi beban Mané di lini serang.
Sementara itu, Maroko memiliki bintang utama turnamen sejauh ini, Brahim Díaz. Gelandang serang bernomor punggung 10 tersebut mencetak gol di lima laga awal Maroko dan menjadi motor serangan utama. Jika kembali mencetak gol di final, Díaz akan menyamai rekor legenda Ahmed Faras sebagai pencetak gol terbanyak Maroko di Piala Afrika.
Achraf Hakimi juga kembali menjadi senjata penting setelah pulih dari cedera engkel. Bek kanan Paris Saint-Germain itu telah menciptakan 10 peluang sejak fase gugur dan menjadi penggerak utama dari sisi sayap.
Dari sisi statistik, kedua tim sama-sama tampil impresif. Senegal baru kebobolan dua gol sepanjang turnamen dan mencatat 15 clean sheet dari 22 laga terakhir mereka di Piala Afrika. Maroko bahkan hanya kebobolan satu gol, itu pun dari titik penalti di fase grup.
Namun, masing-masing tim juga harus menghadapi kendala skuad. Senegal dipastikan kehilangan kapten Kalidou Koulibaly akibat akumulasi kartu kuning, serta Habib Diarra yang juga menjalani sanksi. Sementara Maroko masih belum bisa menurunkan Azzedine Ounahi dan Romain Saiss yang dibekap cedera.
Ini akan menjadi pertemuan pertama Maroko dan Senegal di final Piala Afrika, meski kedua tim telah bertemu 31 kali di berbagai ajang sebelumnya. Rekor pertemuan masih memihak Maroko, namun final selalu menghadirkan cerita berbeda.
Dengan atmosfer stadion yang memanas, tekanan sejarah, serta kualitas pemain bintang di kedua kubu, final Piala Afrika 2025 diprediksi berlangsung ketat dan sarat gengsi. Adu singa di Rabat akan menentukan siapa yang layak menyandang status raja Afrika. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Maroko vs Senegal di Final Piala Afrika 2025, Misi Akhiri Penantian 50 Tahun
| Pewarta | : Rochmat Shobirin |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |